Puisi

Sebuah Pertanyaan

Mengapa ?

Mengapa bisa demikian aku mencintaimu? Walau dari jarak sejauh ini. Walau aku belum tentu dapat kau kenali. Meski sebuah nama yang tertera pada jendela website ini tidak selalu kau jumpai. Terkadang cinta menjadi semu saat aku tak benar-benar tahu siapa orang yang kucintai. Yang ku tahu adalah, dia ada sebagai sosok pembawa ketenangan. Mungkin tidak hanya untukku, mungkin bagi semua orang yang sering membaca tulisannya.

Aku sungguh merindukan kau. Sosok yang belum pernah kutemui. Yang berfikir bahwa ia sendirian di dalam dunianya. Tetapi, ketahuilah. Aku pernah berharap bahwa kau juga bisa melihat duniaku. Aku senang sendirian. Tetapi aku benci merasa kesepian. Mungkin dirimu tak jauh beda dengan itu.

Menyakitkan, bukan ?
Jika kau baru saja punya persepsi kalau yang berinteraksi denganmu, belum tentu mengikutimu sampai sedemikian jauh. Kau salah besar. Dari balik jendela yang berisikan aku, aku telah hidup selama belasan tahun. Siapa aku ? Dan mengapa aku disini hanya untuk mencari tahu tentang dirimu?

Ini penting buatku, karena dalam hidupku kelak yang akan buatku bahagia seterusnya adalah mengetahui kenyataan bahwa manusia seperti dirimu hidup sempurna, dengan fisik yang benar-benar ada. Kau bisa disentuh. Aku bisa mendengar suara beratmu. Dan itu tak hanya hal yang sejauh ini hanya bisa kubayangkan saja.

Kau ada. Dan tercipta di dunia. Bukan aku sendiri yang ciptakan, melainkan Tuhan yang Maha Esa. Kau ada. Kini dikenal oleh beberapa kalangan. Kau hidup, selayaknya karya yang kau ciptakan. Puisi-puisi indah yang kau goreskan dengan pena.

Aku ada, di sini. Mengawasimu dari sisi tergelap dunia.

Menghantarkan pesan rahasia, berisikan sebuah pertanyaan

“Maukah kau tahu siapa diriku yang sebenarnya?”

Dan kemudian tiada jawaban.