Sebuah Pertanyaan

Mengapa ? Mengapa bisa demikian aku mencintaimu? Walau dari jarak sejauh ini. Walau aku belum tentu dapat kau kenali. Meski sebuah nama yang tertera pada jendela website ini tidak selalu kau jumpai. Terkadang cinta menjadi semu saat aku tak benar-benar tahu siapa orang yang kucintai. Yang ku tahu adalah, dia ada sebagai sosok pembawa ketenangan….

Kapan Hari

Kala malam menjemput bulan. Kala siang menebar terik Tiada hati ingin menelisik Sebuah kisah yang jadi pengusik Namun alam hendak mengungkit Waktu kita yang saling terkait Setitik manis beribu pahit Membentur takdir yang kuat membelit Melepas belenggu harap di masa sulit Sungguh ingin alam mengulang sakit Padamu, padaku yang mencoba menghapus bait Kapan hari, Kurang…

Puisi : Renungan malam

Tidak ada yang salah di sini. Tidak kamu, tidak kita, tidak dia, tidak mereka. Kita semua sama-sama menginginkan sebuah keadilan. Kita ingin keadilan, mereka juga ingin sebuah keadilan. Masalahnya, apa yang adil bagi mereka, belum tentu adil bagi kita, begitu pula sebaliknya. Tapi, coba kita flashback. Balik lagi ke jaman-jaman dulu kita saling berseteru sampai…

Puisi Opini

Manusia itu terlalu sibuk menghakimi orang lain tanpa pernah bertanya ada apa di baliknya, bagaimana latar belakangnya. Manusia itu terlalu suka berspekulasi hingga menarik suatu kesimpulan tanpa bukti yang valid. Manusia itu terlalu bersemangat mencari tau kelemahan orang lain, lalu menyebarkannya, tanpa tau kebenaran dari informasi yang diperolehnya. Pernah nggak sih, kita bertanya kenapa orang-orang…

Puisi Kata Tak Terucap

Ada kata yang tak dapat terucap Hingga engkau melangkah lebih jauh Meninggalkanku di sini bersama sepi Karena egoku sendiri Aku tetap di sini Memandang kepergianmu yang sebentar lagi Tersenyum di balik luka Setidaknya selangkah lagi citamu tercapai Aku tak mengharap banyak Hanya ucapan selamat tinggal jika kau ingat Bagimu aku mungkin bukan apa-apa Aku tak…

Hilang Tak Sia Sia

Oleh : muhamadelgana Pak, aku tulis sajak ini Sambil mengenang ototmu lebab ditubuhmu adalah keringat yang tabu bagiku. Pak, di dalam kalbu aku mencekik doamu, aku tersudut di sela nasibku. Kehidupan yang menghidupi ialah membalikan tanah lalu menari-nari. Pak, aku gagal menangtang matahari, menaklukkan bumi tapi dikala malam aku berlabuh pada diri, berkaca dalam sepi. Sementara…

Dendam

Dendam Oleh : Ryna2308 Aku ingin mendendam Aku tidak bisa merelakan Sesuatu yang dia sentuh Kembali dengan goresan Darah yang teratur di dalam Akhirnya menetes keluar Aku ingin berbagi luka Selama goresan masih ada Darah akan terus menetes Menyebar ke segala sudut Memenuhi setiap celah Memberi pekat dalam angan Memberi hitam pandangan Aku ingin mendendam…

Takdir Kita

Kita kini terus bersama. Bayangan kita selalu beriringan. Kebahagian selalu hadir. Tawa selalu menemani. Pertengkaran sesekali datang, namun kita masih mampu bertahan. Hingga pada waktunya, masalah yang begitu rumit memaksa kita untuk berjalan di arah yang berbeda. Waktu bergulir begitu saja tanpa ada makna yang tercipta. Tawaku terasa hampa. Ruang kosong milikmu tak juga terisi….